Wisata Bersejarah di Jakarta

Tugu Proklamasi

Tugu Proklamasi

Tugu Proklamasi berlokasi di area Kompleks Taman Proklamasi di Jl. Proklamasi, Jakarta Pusat. Dulu kala, tempat ini merupakan rumah tinggal Bapak Proklamator sekaligus Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, yang ketika itu beralamat di Jl. Pegangsaan Timur No. 56. Di tempat ini, Bung Karno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Tugu ini diresmikan pada 17 Agustus 1972 oleh Menteri Penerangan saat itu, Budiardjo (1968-1973). Di antara yang hadir adalah proklamator dan Wakil Presiden pertama, Mohammad Hatta. Kemudian, pada 17 Agustus 1980, Presiden kedua, Soeharto, meresmikan Monumen Proklamasi.

Selain Tugu Proklamasi, ada dua objek penting lain di sini. Pertama, Tugu Peringatan Satu Tahun Proklamasi yang dibuat pada 1946 untuk memperingati ulang tahun pertama Republik Indonesia. Kedua, Monumen Proklamator Soekarno-Hatta setinggi 4,3 meter yang berbahan perunggu.

Biaya: gratis.

Waktu kunjungan wisata: pukul 06.00-21.00 WIB.

.

Monumen Nasional

Monumen Nasional (Monas)

Monumen Nasional (Monas) berlokasi di Jalan Tugu Monas, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat. Monas dibangun di tengah-tengah Lapangan Merdeka. Monumen ini merupakan simbol perjuangan rakyat Indonesia dalam memperoleh kemerdekaan. Bangunan ini didesain dan dibangun arsitek serta insinyur Indonesia, yakni Soedarsono, Silaban, dan Rooseno, pada 1961.

Berbentuk tugu persegi empat menjulang (obelisk) yang dilapisi marmer buatan Italia, dengan puncak keemasan berbentuk api dan monumen ini memiliki tinggi 132 meter. Selain itu, puncak monumen ini berupa api berwarna keemasan dengan tinggi 14 meter dan berdiameter 6 meter, terbuat dari bahan tembaga seberat 14,5 ton yang dilapisi emas murni seberat 50 kilogram. Bagian bawah yang menyangganya adalah bidang vertikal setinggi 115 meter. Kita dapat menggunakan elevator untuk naik sampai lantai teratas. Di puncak monumen inilah, pengunjung dapat menikmati keindahan kota Jakarta.

Biaya: Rp 4.000- Rp 15.000.

Waktu kunjungan wisata: pukul 07.00-24.00 WIB.

.

Kota Tua

Wisata Kota Tua Jakarta

Kota Tua Jakarta (Batavia) berlokasi di wilayah administrasi kota Jakarta Barat dan Utara. Di atas lahan seluas 1,3 kilometer persegi  inilah, pemerintah Belanda membangun benteng, kanal, gedung pemerintahan, serta perkantoran.

Biaya: tiket masuk.

Waktu kunjungan wisata: tergantung arealnya.

.

Masjid Istiqlal

Masjid Istiqlal Jakarta

Istiqlal yang berarti kemerdekaan merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara dengan daya tampung sekitar 120.000 orang. Mesjid Istiqlal yang berarti “kemerdekaan” ini dibangun selama 17 tahun. Kendati digagas Presiden Soekarno, Presiden Soeharto yang meresmikannya pada 22 Februari 1978.

Terletak di jalan Taman Wijaya Kusuma, Jakarta Pusat, kubah Mesjid Istiqlal berdiameter 45 meter yang ditopang 12 pilar bundar, dengan balkon empat tingkat. Dalam kunjungan singkatnya selama 18 jam di Indonesia pada 2010, Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, sempat mengunjungi Masjid Istiqlal yang dipujinya sebagai simbol toleransi beragama yang menginspirasi dunia.

.

Kantor Balai Kota DKI Jakarta

Kantor Balai Kota DKI Jakarta

Kantor Gubernur DKI Jakarta terletak di Jalan Medan Merdeka Selatan No. 9, Jakarta Pusat, bersebelahan dengan Istana Wakil Presiden. Pada 1905, kantor pemerintahan Batavia (Stadhuis) berada di Museum Jakarta (Fatahillah), Kawasan Kota Tua sekarang. Namun, pada 1919, kantor gubernur dipindahkan ke Balai Kota sekarang. Pada 1982, gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dibangun di belakang kantor Gubernur yang menghadap Jalan Kebon Sirih, sehingga kantor parlemen berdampingan dengan Balai Kota.

Biaya: gratis.

Waktu kunjungan wisata: tergantung arealnya.

.

Pelabuhan Sunda Kelapa

Pelabuhan Sunda Kelapa

Berlokasi di jalan Matrim Raya, RT 11/RW 8, Jakarta Utara, Sunda Kelapa adalah pelabuhan yang mulai digunakan sejak abad ke-12. Setelah tiga abad Batavia dikuasai Belanda,  nama lama Kalapa diubah menjadi Sunda Kelapa pada 1970. Pelabuhan Sunda Kelapa difungsikan sebagai pelabuhan kapal-kapal tradisional antarpulau.

Biaya: tiket masuk.

Waktu kunjungan wisata: tergantung arealnya.

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.